13 Juli 2010

Prosecutor Princess Episode 4

Share it Please

Hye Ri menempel dipelukan Se Joon yang khawatir bahwa Hye Ri terluka. Hye Ri mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan saat mereka akan pergi, salah satu orang penjahat kembali mengambil sebilah pisau. In Woo yang melihatnya dan melemparkan botol soju yang sudah terbakar pada pusat listrik di dekatnya sehingga menyebabkan ledakan kecil. Se Joon berhasil menghindari penjahat itu, tetapi lengannya terluka. Se Joon berkelahi dengan orang-orang jahat lagi dan Seorang penjahat ingin melemparkan batu besar ke arah Se Joon, Hye Ri yang melihatnya lalu melemparkan sepatu berharganya untuk menyelamatkan Se Joon. Sepatu Hye Ri tepat mendarat diatas kepala penjahat itu. Se Joon menarik Hye Ri untuk berlari, tetapi Hye Ri tidak ingin meninggalkan sepatunya di belakang. Se Joon lalu menjemputnya dan mulai berjalan. Sementara itu kelompok penjahat mulai menyerang In Woo yang ikut campur. Tapi In Wo bisa melawan! In Woo berkelahi satu lawan lima orang dan In mengalahkan penjahat-penjahat itu.

Se Joon dan Hye Ri berhasil selamat setelah polisi muncul (kenapa ya kalo di Film-Film Polisi selalu datang terlambat). Setelah Se Joon meyakinkan dirinya dan He Ri baik-baik saja, Se Joon mulai berteriak pada Hye Ri karena Se Joon merasa Hye Ri cukup bodoh untuk melakukan investigasi sendiri tanpa bantuan. Hye Ri berkata bahwa dia benar-benar membutuhkan kasus ini Karena hidupnya tergantung pada kasus itu.Se Joon bertanya darimana Hye Ri tahu tentang rumah judi itu. Tapi, Hye Ri sudah berjanji pada In Woo untuk tidak mengatakan apa. Dia menunda menjawab pertanyaan itu dengan menyuruh Se Joon mengambil tape recorder di punggungnya. Se Joon merasa tidak nyaman dan menolak melakukannya. Hye Ri melakukannya sendiri dan mendapati benda itu sudah rusak. Sekarang polisi tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak ada bukti. Hye Ri meratapi kegagalannya dan kuku-nya yang patah. Sementara itu, In Woo hanya melihat dari kejauhan.

Se Joon mengantar Hye Ri pulang, tapi Hye Ri bersikeras untuk ke Rumah Sakit terlebih dahulu untuk mengobati luka dilengan Se Joon.

Se Joon : Apakah orang tuamu khawatir jika kau pulang dalam keadaan seperti ini?

Hye Ri : justru aku harus pulang dalam keadaan seperti ini

Dirumah kedua orang tua Hye Ri kaget melihat putrinya pulang dalam keadaan babak belur.

Tuan Ma: Apa kau berhasil?

Hye Ri : Aku hampir berhasil

Tuan Ma tidak marah dan juga tidak senang atas apa yang menimpa Hye Ri. Saat Ny. Ma mengobati luka-luka putrinya. Hye Ri sadar bahwa dirinya belum lepas dari ancaman sang ayah. Hye Ri lalu memilirkan kejadian yang baru dialaminya dan betapa gagahnya Se Joon saat menyelamatkannya. Se Joon juga ternyata memikirkan hal yang sama dengan Hye Ri.

Jenny membantu In Woo memberi salep pada luka memar In Woo, dia memiliki beberapa luka yang cukup serius di bahu dan punggungnya. In Woo mengatakan bahwa apa yang terjadi malam itu seharusnya tidak. Dia salah perhitungan dan tidak sepenuhnya disiapkan dengan baik. Jenny mengatakan bahwa dia harus menyerah pada Hye Ri, tampaknya Hye Ri tidak memiliki apa yang diperlukan untuk membantu mereka. In Woo mengatakan dia tidak berpikir bahwa ia salah tentang Hye Ri. Aku benar-benar ingin tahu apa yang sudah terjadi.
Hye Ri bangun dengan menahan sakit dan dia menemukan lemari pakaiannya terkunci. Semua tas wanita, sepatu, dan pakaian mahal ada di sana. Dia berteriak dan ibunya mengatakan kepadanya, bahwa ayahnya tidak mau mengalah, dan mengatakan kalau Hye Ri memiliki banyak pakaian dan tidak perlu yang ada di lemari.

Sementara itu, di tempat kerja Se Joon sedang berusaha keras untuk memastikan Hye Ri tidak akan dipecat. Se Joon berpikir bahwa Hye Ri merasa buruk setelah tadi malam dan apa yang telah terjadi antara Hye Ri dan seluruh jaksa dan memutuskan untuk membantunya mendapatkan kesempatan terakhir. Berita telah tersebar dan orang-orang tidak percaya apa yang Hye Ri lakukan. Jaksa Kim mengatakan bahwa Hye Ri mulai percaya diri karena dia luar biasa dan benar-benar mengguncang kantor yang biasanya membosankan.

Pimpinan mengkuliahi Se Joon tentang bagaimana tidak bertanggung jawabnya Hye Ri karena mengirim banyak sekali polisi dan menginvestigasi sebuah kasus sebelum melaporkannya. Se Joon membela Hye Ri dengan berkata kalau dia nerusaha mengumpulkan bukti yang kuat. Se Joon juga telah melakukan penyelidikan tanpa melaporkan terlebih dahulu. Pimpinan terkejut karena Se Joon ada di pihak Hye Ri. akan tetapi, Se Joon hanya berkata, “Aku merasa bertanggung jawab sebagai mentor-nya!”

Hye Ri tiba di kantor dengan sepatu datar, long dress dan jas panjang. Dia berbalik dan melihat semua teman sekantornya, mereka terkejut dengan pakaian yang dipakai Hye Ri. Ketika Hye Ri meminta maaf pada Pimpinan karena terlambat, pria itu menolaknya. Tapi, ketika Hye Ri minta maaf karena membuat Se Joon terluka, pimpinan terkejut. Pimpinan melihat ke arah Se Joon. " dia terluka? Kenapa dia tidak bilang? Apa dia bermaksud melindungi Hye Ri? "Pimpinan melaporkan kejadian itu pada presiden departemen dan mengatakan tentang perbuatan Hye Ri, yang meski gegabah, membuktikan bila dia ingin menjadi seorang jaksa dan untuk itu dia harus diberi kesempatan. Hye Ri dibebaskan dan harus menulis surat permohonan maaf. Kali ini Se Joon membantunya jadi Hye Ri












Pimpinan: Jika kau tidak membayar hutangmu, maka sebagai gantinya Se Joon yang akan membayarnya!

Hye Ri: Jaksa macam apa yang melakukan itu? Sebuah kasus bukanlah uang. Jadi bagaimana mungkin Jaksa Yoon membayarnya jika aku tidak memecahkan kasus-nya?

Pimpinan: Kami akan memindahkannya ke Dokdo atau kemana saja!

Hye Ri: Kantor Kejaksaan sedang dibangun di Dokdo?

Pimpinan: Ya, karena orang-orang Jepang tetap bersikeras kalau itu adalah wilayah mereka, jadi kami mencoba membangun satu kantor kejaksaan. Apa kau ingin pergi ke Dokdo juga?

Hye Ri kemudian menemui Se Joon dan sekarang Hye Ri sudah terpikat pada Se Joon. Se Joon memberinya sebuah kasus kekerasan pada anak dan memintanya untuk bekerja dengan baik. Hye Ri berterimakasih lalu bertanya tentang luka Se Joon. Dia berkata kalau lukanya baik-baik saja tapi Hye Ri bersikeras ingin melihatnya sendiri. Dia mencoba membuka kancing baju Se Joon untuk melihatnya. Jung Sun masuk pada saat yang tepat dan melihat kejadian itu. Jung Sun berkata bahwa Ada tamu untuk Hye Ri. Jung Sun duduk dan langsung bertanya pada Se Joon kenapa dia mau berbuat banyak untuk Hye Ri , bahkan mau terluka untuknya. Se Joon menolak alasan dia melakukan itu karena Hye Ri mirip dengan istrinya. Wajah mereka memang mirip tapi kepribadian mereka sangat berbeda. Jung Sun senang mendengar ini tapi tetap tidak nyaman.

In Woo baru saja mendengar dari Jenny bahwa baik dia dan Hye Ri beruntung karena ia tidak dipecat dari kantor kejaksaan dan bahkan diberi kasus nyata. Jadi ia harus pergi dan mengucapkan selamat dan memberikan kembali semua hal yang seharusnya diurus oleh In woo.
Hye Ri lari keluar menuju bangku taman untuk bertemu dengan In Woo. In Woo langsung terkesan melihat gaya berpakaian Hye Ri.

In Woo : Apa kau berhenti memakai sepatu hak tinggi? Kau benar-benar pendek!

Hye Ri memperhatikan In Woo yang memakai kaca mata. Dia menarik kaca mata itu dan melihat luka di bawah mata In Woo.

Hye Ri : Apa kau terlibat perkelahian?

Tapi In Woo malah menarik kaca mata Hye Ri, yang akhirnya memperlihatkan memar di matanya.

Hye Ri mulai bercerita kalau dia sudah mendapatkan kasus. In Woo dengan sembarangan mengembalikan barang-barang Hye Ri yang dia ditinggalkan, termasuk di dalamnya sepatu dan bajunya. Hye Ri melihat sepatunya dan menyadari jika In Woo ada di rumah judi itu juga. Dia bertanya bagaimana In Woo tahu lokasinya berubah. In Woo berkata, “Jika aku tahu, apakah aku akan datang terlambat?” In Woo bersikap cool dan berkata bahwa dia tidak ingin tertangkap berada di situasi seperti itu, jadi dia tidak pernah ada di perkelahian itu. Hye Ri bertanya tentang memar-memar di mata In Woo, dia malah mengelak dengan berpura-pura menelpon.

Di dalam tas Hye Ri sebuah handphone berdering. Hye Ri mengangkatnya dan melihat pemanggil ID berkedip "In Woo baik hati". Hye Ri tersentuh, tetapi diakemudian menyuruh In Woo berhenti menyukai karena dia telah menemukan seseorang yang dia suka sekarang dan ketika dia memandang pria itu, ia tidak akan melihat pria lain. In Woo menebak bahwa pria itu adalah Yoon Se Joon . In Woo bilang pada Hye Ri jika mereka harus tetap menjaga hubungan mereka seperti yang sudah-sudah. Dia kemudian menghadiahkan Hye Ri telur rebus untuk mengobatinya memar di wajahnya. In Woo berjalan pergi dan berkata pada dirinya sendiri, “Yoon Se Joon, kau lebih baik daripada aku!”

Hye Ri bekerja keras menyelesaikan kasus yang diberikan Se Joon padanya. Dia masuk ke ruangan Se Joon untuk menanyakan beberapa pertanyaan. Tapi Se Joon menyuruhnya menemui Jung Sun saja, dia lebih tahu tentang kekerasan anak-anak. Hye Ri tidak perlu merengus dihadapan Jung Sun tapi dia mau mencatat semua nasehat Jung Sun.












Note: Kasus yang ditangani Hye Ri adalah Ibu membawa putrinya yang berusia 7 tahun, Ji Min, les musik pada seorang instruktur terkenal. Suatu hari, toko ibu kebanjiran karena kebocoran saluran air dan tidak bisa menjemput Ji Min tepat waktu. Instrukturnya berkata Ji Min akan baik-baik saja dan dia bermain dengan gadis itu di kantornya. Dia menyentuh Ji Min dan pintu pun tertutup. Minggu berikutnya, Ji Min menolak untuk pergi les sebab dia merasa sakit. Keeseokan harinya, ibu Ji Min mengetahui apa yang terjadi saat memandikan Ji Min.

Hye Ri memotong kata-kata Ibu Ji Min dan merasa curiga karena setiap ibu tidak mungkin tidak memandikan anaknya selama satu minggu. Ibu Ji Min hanya menjawab karena dia merasa lelah maka dia tidak memandikan Ji Min. Aneh juga alasannya... Hye Ri pergi menemui Se Joon dan mengatakan bahwa anak itu bisa saja berbohong, tapi guru musik bisa juga. Ini membingungkan bagi Hye Ri. Se Joon hanya mengatakan kepadanya bahwa itu tugasnya untuk mendapatkan kebenaran.

Di rumah, Hye Ri memperlihatkan suatu berkas pada ayahnya, yang didalamnya terdapat nama Hye Ri sebagai Kepala Jaksa dalam sebuah file kasus. Sekarang, bisakah ayah membuka lemari baju Hye Ri? Hanya karena dia mendapatkan sebuah kasus tidak membuat Hye Ri menjadi seorang Jaksa. Tapi, Hye Ri mengungkapkan kalau kasus ini tidak dikerjakannya, maka mentornya akan dikirim ke daerah terpencil. Ayah menyerahkan kunci lemari baju pada Hye Ri tapi Ayah tetap tidak memberikan kunci mobil dan kredit card Hye Ri sampai Hye Ri mampu menyelesaikan kasusnya.

Kim Min Shik (guru musik Ji Min) datang memnuhi panggilan. Hye Ri sangat keras padanya dan bertanya apakah dia pernah menyentuh Ji Min. Kim membuka tangan di pangkuannya dan berkata bahwa dia hanya menepuk pantat Ji Min. Dia membawa Ji Min ke kantornya yang kedap suara untuk bermain dengannya dan saat muridnya di kelas jam 5 datang, Kim menyuruh murid itu untuk menunggu bukan karena dia meminta Ji Min untuk menutup mulutnya tapi karena muridnya itu datang terlalu awal.

Hye Ri berkata kalau Ji Min menuduhnya tapi Kim membela diri dengan berkata kalau ibu Ji Min perlu uang karena itu dia membuat kasus ini. Min Shik sudah memberikan diskon pada ibu dalam pembayaran les anaknya sebab ibu mengeluh tentang kesulitan keuangan untuk menghidupi anaknya setelah bercerai.

Hye Ri mendatangi Se Joon sesaat setelah Se Joon keluar dari kamar mandi dan meminta petunjuk. Se Joon bilang bahwa dengan pembelaan yang kuat dari terdakwa, Hye Ri harus mendapatkan kesaksian langsung dari Ji Min dan dia perlu psikolog anak, ketika bertemu dengan gadis itu. Hye Ri berkata kalau masa lalu Kim bersih, tidak ada tuduhan kriminal dan istrinya juga cantik. Kim tidak mempunyai motif untuk memperkosa anak-anak tapi itu tidak membebaskannya. Sama seperti, anak yang masih kecil tidak akan berbohong tentang hal seperti itu?, karena pada dasarnya anak-anak itu selalu berkata jujur Ibu Ji Min juga tidak punya bukti lain. Hye Ri bingung harus bagaimana.


Hye Ri pergi menemui Ji Min bersama seorang Psikolog anak. Namun, tidak peduli seberapa keras Hye Ri mencoba, dia tidak berhasil membuat Ji Min mengatakan yang sebenarnya. Alih-alih mendapatkan kesaksian dari Ji Min, Hye Ri malah membuat Ji Min menangis. Kemudian, psikolog anak memberitahu Hye Ri bahwa anak-anak yang sangat cerdas dan tahu kapan orang dewasa sedang berbohong dan tidak percaya pada anak-anak .

Di kantor, Hal ini menempatkan Hye Ri pada posisi sulit karena ia tidak tahu apa-apa tentang anak-anak. Hye Ri diberitahu oleh Hyung Soo bahwa Se Joon memiliki seorang anak gadis yang berusia sama dengan klien. Ini membuat Hye Ri terguncang. Hye Ri memutuskan untuk menyerah pada Se Joon setelah mendengar tentang istri Se Joon yang sudah meninggal dan fakta bahwa dia memiliki anak perempuan.

Se Joon sedang mereview kasus pemukulan ibu-ibu. Dia melihat foto dengan bekas tamparan di pipi korban. Korban itu pun dipanggil. Se Joon mulai bertanya apakah ibu yang menampar itu menampar sang korban dengan tangan kanan. Ibu yang menjadi korban berkata iya, karena itu ada bekas di pipi kirinya. Se Joon meminta ibu itu untuk menunjukkan dimana bekas ibu jarinya. ibu itu meletakkan tangan kirinya sendiri untuk menunjukkan kalau bentuk tamparan itu sama persis. Gambarnya memang cocok bentuk tangan ibu itu.

Hye Ri pergi menemui In Woo untuk mendapatkan nasihat, In Woo menyarankan untuk berlatih bersikap ramah pada anak-anak dengan putri Se Joon. Lagipula, Hye Ri perlu berbaik-baik pada anak Se Joon sebelum menikahinya nanti. Hye Ri terkejut, sepertinya seluruh dunia sudah tahu jika Se Joon sudah menikah dan punya anak kecuali dirinya. Hye Ri mengakui cara berpikirnya yang kolot dan tidak masuk akal kalau dia jatuh cinta pada single father. In Woo tidak merasa ada masalah dengan hal seperti itu tapi Hye Ri berkata kalau cinta seharusnya tidak seperti itu.

Keesokan harinya, polisi menyerahkan surat tuntutan yang harus diproses oleh jaksa dan kebetulan itu untuk Ma Hye Ri. Surat-surat itu banyak sekali dan Hye Ri mengecap surat-surat itu tanpa memedulikannya. Ternyata salah satu surat tuntutan itu adalah kasus yang sedang ditangani In Woo dan ayah dari klien itu meminta bantuan In Woo.


Hye Ri membuat keputusan untuk mengejar Se Joon dan membuat kue dengan senang hati. Dia kemudian pergi ke rumah Se Joon. Sementara itu Se Joon sedang berada di taman bermain dengan Jung Sun dan putrinya ketika Hye Ri menelepon dan mengatakan dia ada di depan rumahnya. Se Joon berjalan pulang dan segera memberitahu Hye Ri untuk pergi. Hye Ri bilang bahwa dia datang untuk mengetahui anak-anak dengan mencoba untuk berinteraksi dengan putrinya. Ini suatu kejutan bagi Se Joon dan kemudian Hye Ri mengatakan kepadanya bahwa meskipun itu benar ia membutuhkan bantuan, dia hanya benar-benar ingin bertemu dengan se Joon dan melihat di mana dia tinggal. Hye Ri kemudian menyatakan ia menyukai se Joon. Se Joon mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa dan bahwa ia sebenarnya tidak tahan dengan Hye Ri. Se Joon benci orang-orang yang membuat orang lain terluka. Hye Ri pergi dan mulai menangis. Bin dan Jung Sun datang tetapi mereka tidak melihat Hye Ri. Bin melihat hadiah yang dibawa Hye Ri dan menarik sebuah kue yang berisi namanya. Hal ini membuat Se Joon merasa buruk setelah tadi dia diperlakukan Hye Ri.

Hye Ri menemui ibu Ji Min di toko dan membicarakan masalah biaya diskon biaya les musik. Ibu Ji Min terlihat tidak nyaman pada apa yang dikatakan Hye Ri itu. Hye Ri tahu dari pimpinan kalau ibu Ji Min ingin mengganti Jaksa. Hye Ri tidak mengerti kenapa ibu Ji Min ingin mengganti Jaksa. Dia lantas menelpon In Woo untuk meminta bantuan. Dengan kecewa, Hye Ri berjalan keluar gedung. Dia bertemu dengan ibu penyerang. Ibu itu berkata kalau Hye Ri pasti suka sekali tomat makanya dia kurus sekali. Dan di hadapan semua jaksa, Hye Ri disiram dengan tomat hancur oleh ibu itu. Ibu itu marah karena Hye Ri tidak mendengarkan keterangannya meski sekarang dia sudah dibebaskan dari tuduhan.


Orang-orang berkerumun dan Se Joon ingin menyelematkan Hye Ri tapi In Woo datang terlebih dahulu juntuk menolong Hye Ri dan membawanya pergi (akhirnya, In Woo dapet kesempatan juga). Ibu itu pergi dan In Woo memakaikan jas-nya pada Hye Ri lalu menuntunya ke mobil. penyidik Cha dan Jaksa Lee bertanya-tanya apakah pria itu pacar Hye Ri dan Jung Sun melihat ekspresi Se Joon. Di dalam mobil, In Woo menyerahkan tisu pada Hye Ri untuk membersihkan diri. Hye Ri berusaha untuk tidak menangis tapi In Woo menyuruhnya untuk menangis saja. Dan Hye Ri mulai terisak.

In Woo membawa Hye Ri ke apartemennya agar dia bisa membersihkan diri. Dia meminjamkan Hye Ri pakaian dan saat Hye Ri keluar ternyata pakaian itu tidak cocok. Kemudian Yoon Ah menelpon dan bertanya apakah Hye Ri mengenakan bajunya hari ini. Ternyata video Hye Ri disiram tomat sudah beredar di internet. Hye Ri meledak, menangis dan berkata kenapa harus dia yang dipilih? In Woo kaget tapi membiarkan Hye Ri menangis sebelum mengantarnya pulang.

Hye Ri tidak bisa tidur dan dia menyewa taksi. Dia pergi ke bandara sambil membawa barang-barangnya. Dia meninggalkan kartu kredit untuk ibunya. Hye Ri minta maaf karena tidak bisa menjadi Jaksa yang baik. Tidak peduli apapun yang dia lakukan, semuanya tidak berhasil. hye Ri akan bersembunyi selama 3 bulan dan tidak ingin ayahnya tahu. Atau lebih baik ibu bilang pada ayah kalau Hye Ri pergi untuk bunuh diri. Setelah membeli tiket, Hye Ri pergi ke pintu keberangkatan. Tapi In Woo menarik tangan Hye Ri dan berkata kalau Hye Ri tidak boleh pergi kemana-mana.

2 komentar:

あり mengatakan...

hye ri in woo go gogog tapi akhirnya in woo jadian ama hyeri kok ya wkwkwkwk *spoiler dr dramabenas*

Anonim mengatakan...

hye ri itu suka ama in woo go atau suka ama se joon

Followers

Follow The Author