21 Agustus 2010

Prosecutor Princess Episode 6

Share it Please


Photo Hye Ri saat dia masih gemuk dengan cepat tersebar luas dikantor, membuat para jaksa terkejut, yang menyebarkannya adalah Min Suk. Hye Ri kembali keruangannya dia melihat dua rekannya sedang asyik melihat komputer. Hye Ri yang pernasaran mengahampiri mereka dia bertanya apa yang sedang mereka tonton. Saat Hye Ri melihat apa yang ada di layar itu, dia pun terkejut mendapati photo dirinya saat masih gemuk terpampang dilayar komputer.




Hye Ri shock dan berlari kekamar mandi. Jung Sun juga kaget saat melihat gambar itu. Saat Hye Ri dikamar mandi dia mendengar dua orang gadis membicarakan dirinya. Hye Ri mengingat kejadian yang sama beberapa tahun yang lalu ketika dia masih di SMA. Saat di SMA Hye Ri mendapatkan nilai yang bagus. Hye Ri juga ingat saat dia belajar untuk masuk sekolah hukum, Ny. Ma mulai mengganti cemilan Hye Ri dengan makanan khusus diet. Tuan Ma juga membelikan apaun yang Hye Ri mau agar dia semangat untuk menjadi kurus.



Hye Ri sebenarnya ingin keluar dari tempat persembunyiannya dan menyuruh para penggosip itu diam tapi dia tidak melakukannya. Saat kedua gadis itu pergi barulah Hye Ri berani keluar.




In Woo dikantornya mengingat kejadiaan semalam saat Se Joon mengantar Hye Ri pulang. In Woo menghela napas mengingatnya. In Woo juga mengingat saat dia membelai lembut pipi Hye Ri. Lamunan In Woo dibuyarkan dengan kedatangan Jenny. Jenny bertanya apa yang sedang In Woo lakukan. In Woo menjawab tidak ada dan bertanya ada apa?. Jenny memberitahu In Woo tentang jadwalnya besok. Tiba-tiba In Woo mendapat telepon dari Hye Ri.



Ternyata Hye Ri mengajak In Woo makan. In Woo hanya memandangi Hye Ri yang sedang makan dengan lahapnya.
Hye Ri : "Apa? Apakah ada sesuatu yang aneh? Apakah ini pertama kalinya kau melihat seseorang makan? Kau bilang untuk menghubungimu jika aku begitu tertekan
Aku ingin makan untuk mengisi hatiku, bahkan jika aku memuntahkan semuanya kembali."
In Woo memanggil pelayan dan memintanya untuk membawakan udang saus lagi.
In Woo menghela napas : "Baik, Karena tampaknya kau sangat tertekan seperti bom nuklir"
Hye Ri mengingat kembali saat semua orang dikantor melihat photnya yang gemuk dan dia juga membayangkan saat orang nantinya akan mengolok-olok dirinya.
Hye Ri : "ini semua salahmu, jika tetap dipesawat, aku tidak akan mengalami ini, kenapa kau tidak membiarkan aku pergi"
In Woo mengingat lagi saat Se Joon mengantar hye Ri pulang.
In Woo : "Bukankah itu sebabnya kau pergi seperti itu, untuk membuat orang memiliki pikiran seperti itu?Ku rasa asmaramu tidak berjalan lancar."
Hye Ri : "kau pikir ini hanya karena asmara yang tidak berhasil? bukan itu yang terjadi"
In Woo : " apa yang terjadi?"
Hye Ri bukannya menjawab malah makan lagi.



Ketika Hye Ri pulang ke rumah, ibunya mencium bau minyak Cina di rambut dan pakaian anaknya dan otomatis langsung ketakutan. Ibu lalu mengeluarkan foto Hye Ri yang masih gendut. Hye Ri menjauhkan dirinya dari foto itu. Dia lalu menimbang berat badannya dan mendapati beratnya naik 48.2 kg. Hye Ri terkejut dia lalu melepaskan semua perhiasan di tubuhnya dan mendapatkan kembali berat idealnya, 48 kg.



besoknya Hye Ri datang kekantor tapi dia berjalan dengan perasaan yang tidak enak dan seperti orang yang menahan malu. Jun Sun dan Se Jon yang ada dibelakangnya melihat itu. Se Joon ingat saat Hye Ri berkata kalau kepercayaan dirinya dari tubuhnya dan Hye Ri juga berkata alau tubuhnya itu sangat berharga. Ketika Hye Ri lewat di hadapan teman-teman sekerjanya yang membisikkan tentang dirinya, Hye Ri lari ke dalam lift dan bersembunyi di pojok di belakang semua orang. Min Suk merasa bersalah dan meminta maaf atas email tersebut. Dia tidak bermaksud untuk mengirimkannya ke semua orang dan Hye Ri menerima permintaan maaf itu.




Hye Ri bekerja diruangannya, kedua rekannya masih memandang aneh padanya. Tiba-tiba In Woo datang berkunjung ke kantor Hye Ri dan sekarang ada diruangan Hye Ri.
In Woo : "permisi"
Hye Ri : "huh? kau datang tanpa menelepon"
In Woo langsung to the point "seorang saksi dari kasus Shin Dong Ha sudah datang"
Hye Ri : "Shin Dong Ha? tapi dia sudah didakwa dan kasusnya telah ada di pengadilan"
In Woo : "ya, tapi ada perubahan dalam situasi kasus ini"
Hye Ri masih bingung "apa maksudmu dengan kasus ini mengubah keadaan?"
In Woo "kami telah menemukan saksi untuk membuktikan kesaksian Shin Dong Ha, Ini adalah korban yang telah dilecehkan oleh Lee Young Chul" (In Woo memperkenalkan gadis itu pada Hye Ri)


In Woo dan gadis itu duduk dihadapan Hye Ri, Gadis itu berkata "jika bukan karena Shin Dong Ha, sesuatu yang sangat buruk akan terjadi padaku"
Hye Ri bertanya bagaimana In Woo bisa menemukan saksi ini.
In Woo menjawab "Sesuai kesaksian Shin Dong Ha, kami menemukan kacamatanya (In Woo menyerahkan kaamatanya pada Hye Ri), ketika kami mencari ditempat kejadian, karena kami menemukan resep kacamata multi grade, setelah kami menemukannya, kami mencari gadis berusia 20 tahunan, yang membeli kacamata dengan gaya diresep ini"



Usai konfrontasi dengan saksi. Hye Ri berkata pada In Woo "jika kamu begitu yakin kamu bisa menemukan korban pelecehan, kamu tidak bisa mengatakan padaku sebelumnya?"
In Woo menjawab "mengapa aku harus melakukannya? Dalam kata-katamu, itu hanyalah kasus biasa. Ketika aku sebagai pengacara memintamu memberikan perpanjangan (waktu), semestinya kau tidak boleh mengabaikanya"
Hye Ri membela diri "dalam situasi ini, jaksa tidak akan memberi perpanjangan"
In Woo "lalau apa yang kau inginkan dari ku? Apakah kamu mungkin menginginkan aku untuk mengabaikannya, meskipun kami telah menemukan saksi?"
Hye Ri "siapa yang bilang begitu?"
In Woo "aku sebagai pengacara melakukan segala sesuatu bagi klienku, dan kau sebagai jaksa hanya memenuhi tugas seperti yang kamu lihat, itu saja. bukahkan begitu? jaksa Ma?"
Hye Ri membalikan badanya hendak meningglkan In Woo tapi dia menyempatkan untuk berkata "mengapa kau melakukanya hari ini, kau tahu bagaimana perasaan direndahkan? mengapa kau membuat aku lebih rendah?" Hye Ri meninggalkan In Woo.



Pimpinan mengadakan rapat bersama para jaksa. pimpina menasihati Hye Ri agar membicarakan trlebih dahulu perpanjangan waktu yang diminta pengacara Seo. Hye Ri hanay bisa meminta maaf dan menyesal. Para Jaksa mulai menganalisa kasus Shin Dong Ha. Mereka membicarakan tentang berbagai kemungkinan yang terjadi dan mengenai ditemukannya kcamata korban. Pimpina meminta Hye Ri memastika apakah gadis itu benar-benar korbannya Lee Young Chul. Hye Ri juga berkata "Song Mi Yeon berkata dia tidak akan menuntut Lee Young Chul. Dia mengatakan kalau mereka telah menyelesaikannya sebelum datang kesini"
Para jaksa berpendapat mungkin saja ada uang pelicin yang diberikan Lee Young Chul pada korban. Tapi Shin Dong Ha harus tetap pergi kepengadilan karena sudah ada saksi yang menguatkannya ridak bersalah. Rapat selesai.



Hye Ri mendapat telepon dari Ji Min. Hye Ri datang ke rumah Ji Min, dan ibunya memberikan semangkok besar ddukbokki kesukaan Ji Min. Maksud Ji Min menelpon Hye Ri adalah untuk mengucapkan terima kasih padanya karena sudah bekerja sangat bagus untuk menyelesaikan kasusnya. Meski tanpa keputusan hakim, mereka sudah merasa menang. Ji Min juga memberikan Hye Ri hadian berupa kupon buatan tangan. kupon pertama : tugas, Kupon kedua: bermain saat kamu bosan dan kupun ketiga : permainan biola. Hye Ri tanya apa maksudnya pada Ji Min. Ji Min menjawab kalau Hye Ri menebus kuponnya maka Ji Min akan melakukannya untuk Hye Ri. Ini bentuk rasa terima kasih Ji Min pada Hye Ri.




Hye Ri sangat tersentuh pada sikap ini. Ibu Ji Min menunjukkan kekhawatirannya kalau anaknya akan menjadi tertekan secara psikologis tapi karena Hye Ri sudah mampu memenangkan kasus itu, Ji Min mungkin bisa menjalani sisa hidupnya tanpa merasa bahwa jika dialah yang bersalah. Hye Ri sangat setuju jika Ji Min suatu hari nanti akan melupakan masalah ini dan mulai mengatakan jika Ji Min jatuh cinta maka lukanya akan hilang. Ibu Ji Min sangat menghargai ini.



Hye Ri berjalan kaki menuju mobilnya sambil berpikir didalam hatinya " Ketidakadilan.. Ketidakadilan... Ketidakadilan... Na Yumi Ahjumma telah mengalami ketidakadilan, Shin Dong Ha tentu harus merasa bahwa dia telah mengalami ketidakadilan, Ji Min mungkin merasakan ketidakadilan selamanya, Untungnya, tidak ada yang benar-benar menderita karena penilaian yang tidak adil karena aku, ini berarti bahwa hidup seseorang adalah di tanganku, menakutkan bagimana nasib akhir sebuah kasus akan berbeda, tergantung pada jaksa yang menangani itu, aku takut"



Hye Ri menemui pimpina dan berkata "aku akan megubah kasus Shon Dong Ha menjadi kausu yang sederhana dan hukumannya akan ditangguhkan, aku juga akan membatalkan penahanannya"
Pimpinan "membatalkannya?"
Hye Ri "ya, sebelum mereka memberikan jaminan, aku akan membatalkannya"
Pimpina senang mendengarnya "tentu saja, semua itu terjadi ketika dia menyelamatkan seorang wanita yang dalam bahaya, kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk meruntuhkan perasaan ketidakadilan" Hye Ri keluar dari ruang Pimpinan.



Di luar penjara, In Woo dan Tuan Shin menunggu Shin Dong Han keluar. Sebuah pertemuan yang sangat mengharukan. Tuan Shin berterima kasih pada In Woo dan Jenny. Dia berkata bahwa dia mungkin tidak akan mampu melanjutkan hidupnya jika putranya benar-benar dipenjarakan. Dia juga bertanya bagaimana dia bisa membalas kebaikan In Woo. In Woo:
"Mungkin ada waktunya nanti ketika saya akan memerlukan bantuan anda." Ayah Shin Dong Han mengatakan, "Orang seperti Tuan, kenapa memerlukan bantuan saya?" In Woo menjawab, "Kalau ada, maukah anda membantu?" Ayah Shin Dong Han mengatakan kalau dia berjanji akan membantu In Woo.




Dan In Woo telah mengenggam saksi pertamanya untuk sebuah kasus misterius. Jenny memberikan pujian pada In Woo tentang penilaiannya terhadap Hye Ri. In Woo mengatakan kalau dia tahu Hye Ri akan menghentikan kasus itu apapun yang terjadi. Jenny menjawab, "Kalau saja aku sudah tahu hal ini, seharusnya aku mengatakan sesuatu. Ada sesuatu yang terjadi pada Hye Ri tapi karena kau sibuk…" In Woo menjadi tegang dan meminta Jenny untuk menceritakannya.



Semua rekan Hye Ri pergi makan siang. Tapi Hye Ri tidak pergi dan tetapi diruanganya bersama sekotak melon, Hye Ri hanya memandangi melon dan tidak jadi memakannya. pimpina bertanya pada Jaksa Chae apa Hye Ri masih makan tomat sendirian. Jaksa Chae menjawab sejak insiden diguyur tomat Hye Ri tidak makan tomat lagi, sekarang dia makan melon (Hye Ri trauma).



Hye Ri mau makan biskuit tapi ragu-ragu. Se Joo datang ke ruangan Hye Ri. Se Joon bertanya kenapa Hye Ri tidak ikut makan siang?. Hye Ri menjawab kalau dia membawa makanan sendiri.
Se Joon menarik tangan Hye Ri dan membwanya pergi makan siang. Handphone Hye Ri tertinggal di meja.



Semua pegawai di kantor pergi ke restoran tahu untuk makan siang. Hye Ri merasa malu sebab mereka mau pergi kesana demi dirinya dan semua orang sangat peduli pada masa lalunya. Jaksa Chae mengambil mangkuk nasi Hye Ri lalu mengatakan kalau dia akan membantu Hye Ri menghabiskan setengah nasinya. Min Suk mengambil sup-nya juga. Mereka berkata kalau awalnya mereka akan pergi ke restoran seafood tapi tidak jadi dan semua itu demi Hye Ri. Jaksa Ma berkata kalau sebaiknya mereka pergi kesana saja karena dia alergi tahu. Dia kemudian lari keluar restoran.



In Woo datang kekantor Hye Ri, tapi dia mendapati pintunya terkunci. In Woo mencoba menelepon Hye RI tapi tidak ada jawaban. In Woo berkata pada dirinya sendiri "dia tidak menjawab teleponnya". In Woo keluar dari gedung kejaksaan dengan kecewa dan menyadari kalau waktu Hye Ri mengajaknya makan itu adalah karena dia merasa tertekan atas tersebarnya foto itu. In Woo bergumam pada dirinya sendiri "aku belum menjadi temanmu?"



Hye Ri duduk di bangku taman. Dia bersedih karena merasa orang-orang kejam tehadapnya. Se Joon mengahmpiri Hye Ri dan menyerahkan sebuah bungkusan pada Hye Ri dan mengatakan kalau makanan itu rendah kalori dan tidak akan membuat Hye Ri bertambah berat badan. Hye Ri berpikir kalau Se Joon mengolok-olok dirinya juga. Oh tidak In Woo melihat mereka. Tapi Se Joon berkata kalau dia tidak berpikir jika hal ini lucu dan memang tidak ada yang berpikir begitu serta tak ada yang peduli. Itu hanya karena Hye Ri terlalu memikirkan dirinya yang membuatnya bersedih dan menutup diri. Apakah dia malu karena pernah gemuk? Atau apakah dia malu karena tertangkap pernah gemuk? Hye Ri menjawab kalau dia malu karena keduanya.



Flashback :

Saat masih kuliah di sekolah hukum dulu, Hye Ri masih gmuk dan belum mulai diet. Di perpustakaan dia bertemu dengan seniornya yang tampan yang mau menolongnya mencarikan buku dan meraka berkenalan. Dia bahkan tahu nama Hye Ri dan dengan cepat Hye Ri berpikir jika seniornya itu naksir dirinya.



sedang belajar, Hye Ri melihat seniornya dan mengira Jin Dong Wook memandangi dirinya dari lantai seberang. Hye Ri mengatakan ini pada temannya dari mereka tertawa bersama. Di luar, Dong Wook memotret Hye Ri dan temannya. Hye Ri mengajak Dong Wook untuk ikut berfoto dan Hye RI meminta tolong pada orang lain untuk memotert mereka. Dong Woo mengambil posisi ditengah-tengah antara Hye Ri dan temannya. Saat akan berfoto Dong Wook malah merangkul pinggang teman Hye Ri.




Ketika Dong Wook ulang tahun, Hye Ri memberikan kue dan jam sebagai hadiah. Dong Wook merasa tidak enak dengan hadiah yang diberikan Hye Ri, teman Hye Ri datang dan menyuruh Dong Wook pergi tanpa membawa hadiahnya, teman Hye Ri lalu mengatakan pada Hye Ri kalau selama ini mereka berkencan. Hye Ri bertanya kenapa dia tidak pernah memberitahukannya selama ini. Temannya itu bilang jika dia berharap Hye Ri akan mampu mengetahuinya sendiri. Di samping itu, apakah Hye Ri percaya kalau pria tampan seperti Dong Wook akan jatuh cinta padanya.




Hye Ri pulang ke rumah hujan-hujanan sambil mengis dan menghibur dirinya dengan memakan banyak kue. Dia makan hingga tertidur dan Ny. Ma melihat Hye Ri dalam keadaan seperti itu.




Ketika Hye Ri bangun, dia menemukan dirinya ada didalam sebuah penjara yang berisi poster menurunkan berat badan dan alat olahraga. Jika Hye Ri bisa turun 40 kg, ibu akan membelikan apapun yang dia mau dan dia juga boleh berhenti dari sekolah hukum. Awalnya Hye Ri tidak tahu apa yang terjadi sampai dia melihat ibunya di luar sel itu. Tiga pelatih professional tiba dan mulai melatih Hye Ri. Dimulai dari menimbang berat badan lalu traedmil serta olah raga lainnya dan hanya salad untuk makan malam. Hye Ri membuang saladnya dan mengis meminta ibunya membernya makanan yang layak.




Ny. Ma diluar juga bersedih untuk Hye Ri tapi Ny. Ma menguatkan hatinya dan berkata pada Hye Ri "Di dunia ini hanya ada dua jenis wanita. Wanita yang kurus dan wanita yang gemuk. Wanita yang punya ketrampilan dan wanita yang tidak punya ketrampilan. Wanita yang dicintai suaminya dan wanita yang direndahkan. Kau ingin menjadi yang mana? Kau bisa menjadi seseorang bila kau kurus. Jangan hidup seperti ibumu dan berubahlah, Hye Ri"



Mendengar kata-kata ibunya, Hye Ri mulai bersumpah untuk mengubah hidupnya dan mulai serius berlatih. Dia mulai lari di atas treadmill, perlahan-lahan tubuh Hye Ri menjdi kurus. Akhirnya, untuk pertama kalinya, Hye Ri mengenakan pakaian dengan ukuran lebih kecil. Masih dengan rambut panjang dan kaca matanya, Hye Ri keluar mengahadapi dunia. Namun Hye Ri masih belum percaya diri jadi terlihat agak kikuk. Hye Ri mlepaskan kacamatanya dan mengangkat kepalanya sekarang dia sudah mendapatkan kepercayaan dirinya, semua laki-laki melihat kearahnya dan tidak ada lagi yang merendahkannya.





Flashback selesai

Hye Ri mengatakan pada Se Joon kalau waktu itu dia bertekad untuk tidak akan pernah melihat ke atas karena tubuh sebab dia mendapatkannya dengan bekerja keras dan hampir mati. Se Joon mengagumi perjuangan Hye Ri. In Woo terus melihat mereka dari jauh tapi sepertinya dia juga mendengarkan cerita Hye Ri. Se Joon bertanya "jadi apa yang membuat Hye Ri malu? apa yang kau katakan sebelumnya? bagaimana orang lain melihatmu, sebagai sampah. makanan apa?"
Hye Ri menjawab "anjing"



Se Joon melanjutkan kata-katanya "benar, makanan anjing, kemudian kau melakukannya, kau harus melepaskan masa lalu, sehingga masa depan bisa datang pada tempatnya"
Se Joon meninggalkan Hye Ri. Hye Ri mengulang perkataan Se Joon. Se Joo yang sedang berjalan berkata pada dirinya sendiri "Yoon Se Joon, apa kau punya hak untuk mengatakan hal semacam itu?"



Hye Ri akan memakan makanan yang diberkan Se Joon. Tapi In Woo menghentikannya. In Woo membawa makanan dan mengajak Hye Ri makan bersama. In Woo berusah merebut makanan yang dipegang Hye Ri.



In Woo: "Ah, yang benar saja! Aku bisa saja terlambat! Letakkan itu dan ayo makan ini. Sushi."
Hye Ri bengong ajah.
In Woo: 'Letakkan makanan itu."
Hye Ri: "Ah! Tidak mungkin! Jangan! Apa yang kau lakukan sekarang, Pengacara Seo?"
In Woo: "Aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu saja kalau kau masih mabuk. Itu karena pekerjaan. Sudah pernahkan aku membawakan makanan untukmu?"
Hye Ri: "Membawakanku makanan? Jangan repot. Mulai sekarang aku hanya akan memperlakukanmu sebagai Pengacara Seo. Tolong ambil ini dan pergi."
In Woo: "Hey… bagaimana bisa kau tidak menghormati pria yang membawakan makanan jauh-jauh kesini?"
Hye Ri: "Kau membelinya. Tidak membuatnya!"
In Woo: "Itu juga dibeli. Siapa yang membelikannya untukmu?" Hye Ri tetap memakan makanan dari Se Joon.
In Woo: "Tidak! Makan ini. Bukankah aku menang taruhan? Jika aku menang, bukankah kau harus mendengarkan permintaanku?"



Hye Ri tetap memakan makanan dari Se Joon, In Woo mencoba menyuapi Hye Ri tapi Hye Ri tidak mau. Hye Ri malah berkata kalau In Woo pria yang aneh. In Woo tanya kenapa bisa begitu. Hye Ri menjawab bagimana In Woo bersikap terhadapnya itu membuatnya menjadi beban. In Woo meminta Hye Ri untuk tidak khawatir – dia akan menjadi orang yang lebih menyenangkan baginya, seorang teman yang bisa dia ajak bicara tentang apa saja. In Woo hendak menyuapi Hye Ri lagi tapi dia menolaknya lagi dan In Woo memakan sushinya sendiri. Ketika Hye Ri pergi, In Woo bergumam pada dirinya sendiri, "Terlambat memang menyebalkan!".



Kembali kekantor, Pinpinan mengadakan rapat lagi membahs kasus yang terdahulu, kasusnay Kim Dong Suk. Diruangannya Se Joon masih memikirkan kasus Kim Dong Suk. Dia mencoba menemukan cara untuk menghubungi kaki tangan wanitanya, Lee Moon Ae, ketika Hye Ri masuk untuk menanyakan sesuatu. Se Joon menyuruhnya bertanya pada Jung Sun tapi Hye Ri melihat sebuah foto dan langsung mengenali wanita itu sebagai orang yang dia pinjami telpon waktu acara lelang. Jika mereka menelusuri telpon rumah Hye Ri makan nomer handphone Lee Moon Ae bisa dilacak. Hye Ri bertanya siapa wanita itu. Dia diberitau kalau Lee Moon Ae adalhpatnernya Kim Dong Suk. Se Joon berkata pada jaksa Cha kalau dia akan menemui pinpinan. Dan meminta jaksa Cha membantunya. Hye Ri berkata pada Se Joon kalau dia bisa menangkanp Kim Dong Suk berkat dirinya.




Hye Ri masih bekerja diruangannya, rkan satu ruanganya mau pulang. Rekannya bertanya kenapa Hye Ri tidak pulang. Hye Ri berkata kalau dia masih ada pekerjaan jadi harus lembur. Tapi rekannya malah berpikir Hye Ri punya tujuan lain.

Dirumahnya Jung Sun sedang membaca komik "BBF". Ibunya Jung Sun sepertinya ingin Jung Sun cepat menikah. Tapi Jung Sun menjawab kalau dia masih harus membrikan waktu bagi Se Joon, karena Se Joon belum bisa melupakan luka masa lalunya.



Hye Ri ingin membantu Se Joon mengatasi kasus Kin Dong Suk. Se Joon tidak akan membiarkannya dan malah meminta Jaksa Cha untuk membantunya. Hye Ri setuju tapi dengan satu syarat: dia harus setuju untuk menjadi kupon superman. Lucu memang dan Se Joon tidak percaya dia setuju melakukannya. Hye Ri senang karena akhirnya bisa dekat dengan Se Joon. Hye Ri mulai membantu misalnya mengambil kopi atau apapun. Tapi selalu didahului Jung Sun. Hye Ri mencoba bersosialisasi dengan Se Joon tapi lagi-lagi dia selalu bersama Jung Sun. Dia bahkan mau kerja lembur agar bisa pulang bareng Se Joon dan dapat tumpangan tapi Jung Sun selalu ada disana.





Hye Ri mendapatkan solusi untuk memecahkan masalah asmaranya. Dia ingin pindah. Tapi orang tua Hye Ri menolak, bagaimana mungkin gadis yang masih sendiri hidup jauh dari orang tua? Tapi Hye Ri berkilah jika dia selalu pulang kerja sendiri. Dia bisa saja mendapat kecelakaan.



Tidak bisa meyakinkan orang tuanya, Hye Ri menelepon In Woo. In Woo menerima telepon dari Hye Ri.
In Woo : "ini Seo In Woo"
Hye Ri : "akhir pekan ini, apa yang kamu lakukan?"
In Woo : "itu biasanya pertanyaan yang diminta sebelum menyarankan untuk bertemu"
Hye Ri : "Bagaimana kau tahu?"
In Woo : "Dimana kamu ingin bertemu?"


In Woo dan Hye Ri bertemu dengan In Woo dan menceritakan maksud pertemuannya pada In Woo. In Woo berpikir kalau Hye Ri ingin uang tapi Hye Ri malah memintanya untuk mencari ide meyakinkan ayahnya. Hye Ri mengungkapkan jika dia ingin pindah ke lingkungan tempat tinggal Se Joon dan Jung Sun jadi dia bisa mendapat tumpangan setiap hari. In Woo cemburu dan bertanya apa yang dia lihat dari Se Joon. Hye Ri menjawab karena Se Joon luar biasa. In Woo mengulangi perkataan Hye Ri.

In Woo duduk di mobilnya dan menuntun Hye Ri untuk melakukan aksinya. Hye Ri akan berpura-pura mendapat kecelakaan. Tapi, di menit-menit terakhir, Hye Ri ketakutan dan In Woo keluar dari mobilnya dan meminta Hye Ri untuk keluar juga. Pada akhirnya, In Woo lah yang menabrakkan mobil Hye Ri ke mobilnya.





Hye Ri menelpon ayahnya dan mengatakan kalau dia mendapat kecelakaan dan orang yang dia tabrak masuk rumah sakit. Ayah mempercayai cerita itu dan mengijinkan Hye Ri membeli apartemen yang dekat dengan kantornya. Ibu menyarankan agar mereka pindah ke apartemen bersama Hye Ri tapi ayah menolak. Dia sudah susah payah membeli rumah ini lagipula ramalan rumahnya bagus.




Hye Ri menyampaikan kesuksesannya pada partner in crime-nya (kaya Gun Wook ajah punya patne dalams etiap aksinya, heheh), In Woo. In Woo lalu menawarkan diri untuk mengantar Hye Ri mencari apartemen. Hye Ri cepat-cepat menolak. Bagaimana kalau Se Joon melihat mereka bersama. Dia bisa salah paham. Hye Ri menemukan apartemen yang cantik dan langsung pindah.




Hye Ri bahagia sekali, kemudian dia ia pergi ke teras dan mulai memimpikan Se Joon dan dirinya berdua disana sambil memegang segelas anggur dan memandangi kota.




Tiba-tiba sebuah telepon dari In Woo mengganggu lamunan Hye Ri. Dari In Woo. Dia bertanya apakah Hye Ri sudah bertemu dengan Jaksa Yoon. Hye Ri meminta In Woo untuk tidak mengolok-olok dirinya. Hye Ri berkata pada In Woo "sepertinya kamu benar-benar disampingku?"

In Woo berkata "aku berdiri di teras sendirian menikmati udara". Hye Ri berputar dan melihat In Woo berdiri di teras dan teras itu letaknya hanya satu lantai di atas apartemen Hye Ri. Dia begitu terkejut hingga tidak menjawab selama beberapa waktu.
In Woo berkata pada Hye Ri "Halo? mengapa kamu tidak bicara?" in Woo berkata pada dirinya sendiri "apa dia tidur?".

Sampai akhirnya In Woo berbalik dan melihat Hye Ri. april rasa In Woo sengaja tinggal disitu biar deket sama Hye ri. Hye Ri "pengacara Seo". In Woo juga terkejut ap pura-pira terkejut ya, hehehe. Hye Ri tanya mengapa In Woo ada disana?. In Woo menjawab "karena ini rumahku". In Woo tersenyum pada Hye Ri, sedangkan Hye Ri masih bingung.

3 komentar:

cha_sya mengatakan...

april........salam kenal ya,bisa kasih bocoran cerita akhirnya dong,aku suka baget cerita nya.thanks ya april

april mengatakan...

akhirnya Hye RI sama In Woo bersama, happy ending pokonya semuanya

nevi mengatakan...

yes. yes yes...klo tahu endingnya gini kan bisa semangat baca sinopsisnya, maksaih april

Followers

Follow The Author