14 Februari 2011

[Sinopsis] Itazura Na Kiss Episode 3 Part 2

Share it Please

April balik lagi dengan sinopsis INK episode 3 part 2, berhubung aku lebih suka nulis per 20 menit jadi aku putuskan untuk membagi setiap episode INK jadi 3 part, semoga reader ga bosen nunggu ya, nulis sinopsis itu ga semudah masak mie, hehehe. happy reading ^^

Kotoko pulang kerumah, dia bertemu dengan Yuuki
“ Maaf lagi, Yuuki-kun” kata Kotoko
” Jadi, mana bolanya? ” tanya Yuuki
” Aku tidak bisa menemukannya, tapi aku akan mencarinya lain kali” jawab Kotoko
” Aku akan memberimu satu kesempatan lagi untuk mencarinya! Oniichan memberi aku bola itu, dan tidak dapat digantikan!” kata Yuuki
” Yuuki, dia sudah meminta maaf, jadi tenanglah.” pinta Machiko
” Aku akan mencari lagi besok. Maaf! Sungguh, aku minta maaf.” kata Kotoko meyakinkan Yuuki
” Jika kau tidak dapat menemukannya, jangan pulang” kata Yuuki sambil mendorong Kotoko
” Yuuki, hentikan!” pinta Machiko sambil menarik Yuuki
Yuuki langsung berlari masuk kedalam ruang tamu.
” Maaf, Kotoko-chan.” kata Machiko
” Jangan khawatir tentang hal itu.” kata Kotoko
 
Yuuki masuk kedalam kamarnya sambil menangis. Naoki melihat Yuuki menangis. Sepertinya Naoki sudah bisa menebak apa yang menyebabkan adiknya menangis.
Kotoko selesai mandi, dia duduk disisi ranjangnya. Lalu ada seseorang yang mengetuk pintu, ternyata itu Shige-chan. Shigen-chan berkata kalau dia mendengar sesuatu yang serius terjadi. Kotoko mengaku kalau dia telah melakukan kesalahan lagi.
 
Shige-chan mengeluarkan sebuah mainan seperti suling tapi bentuknya aneh. Kotoko segera mengmabil mainan miliknya yang sama. Mereka duduk bersama dan mulai memainkannya sehingga keluar alunan suara suling.
 
Sebelum pergi kesekolah, Kotoko kembali lagi ke semak-semak yang kemarin dan mulai mencari lagi bola Yuuki yang hilang. Saking semangatnya mencari, tangan Kotoko menyentuh kotoran hewan.
 
Siswa-siswa berkumpul didepan papan pengumuman. Kotoko baru saja tiba disekolah, dia melihat kerumunan siswa. Kotoko bertanya pada salah satu siswa ” Apa yang terjadi?”. Siswa itu menjawab ” Mengapa kau tidak melihat sendiri?”.
 
Kotoko nampak bingung, lalu semua siswa memberikan jalan bagi Kotoko untuk melihat apa yang tertera dipapan pengumuman itu. Kotoko melihat sebuah kertas tertempel dengan bertuliskan ” [Irie menyimpan pencuri di rumah!]”.
 
Reiko datang beserta ketiga temannya dan meperkeruh suasana.
” Kau tidak pernah melakukan apa-apa kecuali yang buruk, bukan?” kata teman Reiko (ga tau namanya)
” Lebih baik kau ungkapkan jati dirimu yang sesungguhnya” kata teman Reiko yang satunya lagi.
” Jadi, kau tinggal di rumah Irie karena kau ingin mencuri uangnya!” kata Watanabe
” Betapa beban sampah! Aku tidak mencuri apapun termasuk uangnya!” kata Kotoko
” Oh, benarkah? Tapi bukan sedikit ... membutuhkan uang saat ini? Rumahmu habis terbakar. Kau pasti butuh uang, kan?” kata Reiko
” Apa? Kau keterlaluan!” kata Kotoko
” Berhenti menghindari masalah ini! Kembalikan uangnya sekarang!” kata temannya Reiko
” Di mana kau menyembunyikannya?” Kata teman Reiko yang langsung mengambil tasnya Kotoko.
” Berikan kembali!” pinta Kotoko sambil mencoba mengambil tasnya.
 
Teman-teman Reiko malah menjadikan tas Kotoko sebagai mainan, mereka saling melempar dan mengoper tas Kotoko seperti bola, sementar itu Kotoko berlari kesana kemari untuk mengambil tasnya.
 
Kemudian Kinnosuke datang. Kinnosuke meminta Kotoko untuk tidak takut karena ada dia sekarang, Kinnosuke menyuruh teman-temannya untuk mengambil tas Kotoko. Salah satu teman Kinnosuke tanpa sengaja menyentuh dada temannya Reiko. Temannya Reiko marah dan melempar tas Kotoko ke bawah. Sehingga isi tas itu keluar semua.
 
Kotoko melihat dompetnya ikutan keluar, dia langsung mengambil donpetnya. Kotoko menatap tajam ke arah Reiko. Reiko tetap sinis pada Kotoko dan dia pergi.
 
Kinnosuke membantu Kotoko merapikan barang-barangnya. Lalu Kinnosuke melihat kertas yang tertempel di tembok pengumuman. Kinnosuke mencopot kertas itu dan merobek-robek kertas itu.
 
Dikelas F.....
Semua siswa kelas F membicarakan tentang kertas yang tertempel di papan pengumuman. Tapi mereka semua percaya kalau itu palsu.
 
Kotoko masuk kedalam kelas, semua siswa melihat kearahnya. Junko dan Satomi menarik Kotoko untuk bicara.
” Apakah benar kau mencuri uang di rumah?” tanya Junko
” Beritahu kami jika kau memiliki masalah di rumah, jangan menyimpan rahasia.” kata Satomi
” Apa, bahkan kalian mengatakan itu? Aku tidak mengambil uang mereka! Kalian tahu aku sudah berusaha untuk menghemat uang akhir-akhir ini! ” kata Kotoko
” Itu semua benar, kau tidak perlu menjelaskan.” kata Junko
” Kau takut akan mengganggu kita, kan?” tanya Satomi
” Aku benar-benar tidak mengambil uang mereka! Kalian harus percaya padaku!” jawab Kotoko
Naoki masuk kekelas dan duduk ditempat duduknya, Naoki dikerubuti teman-teman sekelasnya.
” Jadi berapa banyak diambilnya?” tanya Watanabe
” Kemudian, dia tinggal di rumah mu secara gratis ...Bagaimana dia berani mencuri dari keluargamu.” kata seorang siswa
” Aku pikir orang bodoh memiliki masalah moral juga.” kata siswa yang lain menanggapi
” Dan ada bajingan Kinnosuke. Dia idiot, bukan?” kata siswa
” Itulah sebabnya dia ada di kelas F.” kata siswi wanita
” Mengusirnya keluar dari rumah secepatnya, jangan terlalu sopan.” kata Watanabe
” Sebenarnya, Naoki benar-benar ingin melakukan itu. Tapi dia memiliki beberapa kesulitan yang mencegah dia untuk berbuat demikian, sehingga semua dia bisa lakukan sehingga Naoki bersabar.” kata Reiko sok tahu
” Benarkan?” tanya Reiko pada Naoki
” Tapi dia pencuri!” kata Watanabe
” Dia tidak mengambil apa-apa.” kata Naoki sambil bangkit dari duduknya
” Kau masih melindungi dia?” tanya Reiko.
Naoki hanya menoleh sebentar pada Reiko, lalu pergi meninggalkan kelas. Siswa2 jadi bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, apa mereka sudah melakukan kesalahan.
 
Diruang guru, Kotoko dan guru kelas F menghadap Izumi sensei, guru kelas A.
” Izumi-sensei, apa yang harus saya katakan untuk membuat anda mengerti? Pemberitahuan yang terpasang di papan pengumuman pagi ini, jelas keluar untuk menyakiti Aihara! Ini jelas pekerjaan orang iseng! Bukankah itu benar, Aihara?” kata guru  kelas F.
” Ya. Saya tidak akan pernah mengambil apapun dari keluarga Irie.” jawab Kotoko
” Lihat? Kau dengar sendiri!” kata guru kelas F.
” Saya memahami benar, mengapa Anda melindungi siswa dari kelas Anda. Tetapi korban Irie-kun, dari kelas SAYA. Sebagai guru di-kelas A, ini bukan masalah kecil, dan harus diperiksa lebih lanjut. ” kata Izumi sensei
 
   
Kotoko duduk sendiri di hamparan rumput taman sekolah, dia melempar-lemparkan batu. Naoki melihat Kotoko, dia memperhatikan Kotoko. Saat Kotoko berdiri dan berbalik, Kotoko tersenyum melihat ada Naoki. Naoki langsung pergi tanpa senyum.
 
Malam harinya, Kotoko mencari bola Yuuki di taman, dia diteman oleh sebuah senter yang membantunya mencari jejak bola Yuuki.
 
Tiba-tiba ada yang memegang bahu Kotoko, saat Kotoko berbalik melihat. Kotoko teriak dan langsung jongkok karena takut. Ternyata yang memegang bahu Kotoko adalah satpam yang waktu itu.
” Apa, kau lagi!” kata satpam
” Tuan Polisi” kata Kotoko
” Apa yang kau lakukan di sini sampai larut malam?” tanya satpam
” kenapa, tidak boleh?” tanya Kotoko
” Mari ikut saya ke kantor polisi.” kata satpam meraih lengan Kotoko
” Apa? Tidak, lepaskan aku!” teriak Kotoko
 
” Kau ingin memberontak? Jika kau ingin memberontak, aku harus menahan mu karena bermaksud menimbulkan bahaya terhadap PNS. Balai Taman Nasional telah mengirimkan keluhan kepada ku, BTN mengatakan seseorang telah menghancurkan tanaman dan bunga! ” kata satpam
” Aku bahkan tidak melakukan apa-apa! Aku sedang mencari bola!” kata Kotoko
” Tentu, tentu. Ayo ikut dengan ku” kata Satpam itu sambil membawa Kotoko
 
 
Saat Kotoko akan dibawa, Naoki datang....
” Jadi kau di sini.” kata Naoki
” Apakah Anda tahu orang ini?” kata Satpam sambil menunjuk Naoki
” Dia saudara perempuanku” jawab Naoki
” Dia saudara perempuanmu” kata satpam tak percaya sambil melihat wajah Kotoko dan Naoki bergantian.
” Ketika ada sesuatu yang membuat sedih, dia akan meninggalkan rumah dan berkeliaran di sekitar sini. Aku sudah mencari ke mana-mana.” kata Naoki menjelaskan, sementara itu Kotoko masih diam tak percaya.
” Aku paham” kata satpam
” DENGARKAN!!” teriak satpam itu pada Kotoko membuat Kotoko terkejut
” Jangan berikan saudaramu masalah lagi! Paham?” kata satpam itu pada Kotoko
” Aku pergi duluan” kata Satpam itu pada Naoki
” Terima kasih banyak” kata Naoki
 
Kotoko dan Naoki tinggal berdua saja ditaman.
” Apakah kau khawatir? Apakah kau datang ke sini untuk mencari aku?” tanya Kotoko sambil tersenyum lebar
” Aku tidak datang ke sini karena kehendakku sendiri. Ibu yang membuat aku melakukannya. ” kata Naoki stay cool
” Apa? Mengapa kau begitu kejam? Kau tak bisa bersikap baik kepada saya sesekali?” tanya Kotoko pasrah sambil berjalan maju menjauh dari Naoki
” Mari kita pulang.” ajak Naoki
” Tidak, aku ingin mencari di sekitar sini sedikit lebih lama.” tolak Kotoko sambil terus mencoba mencari bola itu, Naoki hanya bisa melihat dan menghela napas melihat tingkah laku gadis itu.
 
Kotoko mencari ke semak-semak... Kotoko mengarahkan senternya dan melihat bolanya, tapi bola itu sobek.
 
” Irie-kun! Irie-kun!” panggil Kotoko
Naoki menghampiri Kotoko dan ikut melihat bola itu. Kotoko mengambil bola yang sobek itu.
” Apa yang harus aku lakukan?” tanya Kotoko
” Mari kita pulang, sekarang kau bisa berhenti mencari” ajak Naoki
” Tapi bagaimana aku akan memberikannya kepada Yuuki-kun kalau seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?” tanya Naoki
” Ini adalah masalah mu, kau harus mencari tahu sendiri.” jawab Naoki, dia sepertinya mengetahui sesuatu.
 
Kotoko berada tepat dikamar Yuuki, Machiko mengintip dari balik tembok. Kotoko memberanikan diri mengetuk pintu kamar Yuuki. Penghuni kamar pun keluar.
” Maafkan aku, Yuuki-kun.” kata Kotoko lirih
” Aku sudah mencari di mana-mana di taman sudah, tapi aku masih tidak bisa menemukan bola mu” kata Kotoko
” Jadi kau tidak akan melakukan apa-apa tentang hal itu? Kembali dan cari lebih hati-hati!” perintah Yuuki
” Aku benar-benar minta maaf!” kata Kotoko benar-benar menyesal dan membungkukan badannya 90 derajat.
” Oniichan yang memberikan aku bola itu!” kata Yuuki
” Maaf!” kata Kotoko, karena hanya itu yang bisa dia katakan sekarang
” Kau, Kau ... Aku BENCI KAMU!” teriak Yuuki sambil membanting pintu kamarnya. Kotoko Cuma bisa menyesal, Machiko yang melihatnya juga merasa sedih.
 
 ~bersambung part 3~

5 komentar:

Anonim mengatakan...

ka apri lanjutin yah

Yuichi mengatakan...

Kotoko walaupun bodoh tapi bertanggung jawab ya pril, lanjutin yah :)

Anonim mengatakan...

pril buat sinopsis the duo dong, kayanya seru deh :D

mytha mengatakan...

itazura na kiss makin seru ceritanya
kotoko beneran oon bin bodoh tapi ajaib, hahaha
INK vs PK menang INK lah,hahaha
itu menurut saya pril

clara mengatakan...

ka april perbanyak fotonya naoki dong
gomawo

Followers

Follow The Author